Sunday, June 21, 2026
19.5 C
Indonesia

Takemitsu Takizaki, Lulusan SMA Jadi Raja Automasi Berharta Rp408 T

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Takemitsu Takizaki, Lulusan SMA Jadi Raja Automasi Berharta Rp408 T yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Takemitsu Takizaki merupakan salah satu orang terkaya di Jepang. Ia sukses membangun raksasa inovasi teknologi bidang automasi pabrik, Keyence Corporation.

Forbes mencatat, per Minggu (21/6), total kekayaan pria yang hanya lulusan SMA ini menembus US$22,9 miliar atau sekitar Rp408,2 triliun (asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS).

Tumpukan hartanya itu membuat Forbes menempatkan Takizaki sebagai orang terkaya ke-3 pada Daftar 50 Orang Terkaya Jepang 2026 dan posisi ke-128 pada Lis Konglomerat Terkaya Dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari berbagai sumber, Takizaki lahir di Ashiya, Prefektur Hyogo, Jepang pada 10 Juni 1945. Ia dibesarkan oleh keluarga kelas menengah biasa yang harus menghadapi masa sulit usai Jepang kalah Perang Dunia ke-II.



Takizaki menghabiskan masa kecilnya di Amagasaki, wilayah tempat banyak pabrik dan industri manufaktur berkembang. Di kota itulah minatnya terhadap teknologi dan inovasi tumbuh.

Mengutip Bloomberg, Takizaki memilih untuk langsung bekerja dan tak melanjutkan kuliah usai lulus SMA pada 1964. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi karyawan bagian komponen elektronik dan otomatisasi manufaktur.

Kala itu, Takizaki bertugas di bagian penjualan dan dukungan teknis. Tak ayal, ia pun memahami betul kebutuhan sistem automasi yang meningkat saat Negeri Sakura mulai beralih dari era pertanian ke industrialisasi.

Di sana, ia melihat peluang dari tuntutan inovasi sistem sensor dan pengendali demi meningkatkan efisiensi operasional pabrik.

Selama satu dekade bekerja, Takizaki sempat berbisnis beberapa kali yang berujung gagal. Tak menyerah, Takizaki pun mendirikan Lead Electric Works dengan tiga karyawan pada 1972.

Sejak awal, perusahaan langsung menargetkan pabrik manufaktur yang kian menjamur. Perusahaan fokus untuk menjawab permasalahan pada sistem automasi seperti penjualan sensor khusus hingga komponen otomatisasi sesuai kebutuhan.

Perusahaan berkembang pesat di bawah kepemimpinan Takizaki. Pada 1986, Takizaki mengganti nama Lead Electric menjadi Keyence Corporation yang berasal dari kata “Key of Science” (kunci ilmu pengetahuan).

Dalam menjalankan bisnisnya, Takizaki menerapkan sistem penjualan langsung untuk menjawab permasalahan masing-masing klien yang berasal dari industri otomotif, elektronika, hingga pengemasan. Cara ini ternyata bisa mengamankan margin keuntungan yang tinggi bagi Keyence.

Salah satu keberhasilan perusahaan adalah menciptakan sensor presisi khusus untuk jalur perakitan cip Toshiba hingga mobil Toyota. Selain sensor, perusahaan juga memproduksi pemindai kode batang (barcode scanner) hingga mikroskop untuk kebutuhan riset.

Inovasi dan adaptasi teknologi baru terus dilakukan oleh SDM bertalenta yang diberikan kompensasi tinggi. Bahkan, Keyence dikenal sebagai salah satu perusahaan yang menggaji tinggi karyawannya dengan rata-rata di atas 20 juta yen (sekitar Rp2,2 miliar) per tahun.

Takizaki menjabat sebagai chairman dan direktur perwakilan hingga 2015. Setelah itu, ia tetap mengawasi jalannya perusahaan sebagai chairman kehormatan.

Mengutip laman Keyence, perusahaan kini berkembang menjadi raksasa di bidangnya yang mempekerjakan lebih dari 12 ribu karyawan di 46 negara. 

Perusahaan melayani 350 ribu klien di 110 negara dengan penjualan dari luar Jepang menopang sekitar dua per tiga penjualan. Tahun lalu, perusahaan meraup pendapatan sebesar US$7,088 miliar dengan pendapatan bersih sebesar US$2,667 miliar.

Saat ini, Takizaki menghabiskan masa senjanya bersama keluarga di Osaka, Jepang. Ia memiliki seorang putra, Takeshi Takizaki, yang memilih untuk tidak terlibat langsung pada operasional Keyence.

(sfr)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Bank Mandiri Tebar Dampak Luas lewat Mandiri Jogja Marathon 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bank Mandiri...

Tim SAR Evakuasi Pendaki Gunung Kayu Satu Ambon Alami Hipotermia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tim SAR...

Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Akhir Polemik...

Menkeu Purbaya Pamer Kekuatan Ekonomi RI & Program Prabowo di China – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkeu Purbaya...

Topik Terbaru

Bank Mandiri Tebar Dampak Luas lewat Mandiri Jogja Marathon 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bank Mandiri...

Tim SAR Evakuasi Pendaki Gunung Kayu Satu Ambon Alami Hipotermia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tim SAR...

Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Akhir Polemik...

Menkeu Purbaya Pamer Kekuatan Ekonomi RI & Program Prabowo di China – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkeu Purbaya...

Pramono Ungkap 22 Juni Transum-Akses Wisata Gratis Bagi Warga KTP RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Ungkap...

Mendagri Cek Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya di Papua

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Cek...

Serba Mewah, Momen Donald Trump Pamer Pesawat Kepresidenan Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Serba Mewah,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories