Sunday, August 30, 2026
18.9 C
Indonesia

Polisi Tembak Mati Bocah 10 Tahun, Pemerintah Buka Suara – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Tembak Mati Bocah 10 Tahun, Pemerintah Buka Suara yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Seorang anak perempuan warga negara Australia tewas setelah terkena tembakan polisi saat berada di Pakistan. Pemerintah Australia mendesak dilakukannya penyelidikan atas insiden tersebut,

Peristiwa itu terjadi di Provinsi Punjab, Pakistan, pada 10 Juni 2026. Saat itu, polisi tengah merespons laporan perampokan dan terlibat baku tembak dengan para pelaku yang diketahui menodongkan senjata kepada penumpang sebuah mobil keluarga.

Kepolisian Punjab menjelaskan, di tengah situasi yang kacau, seorang petugas salah menilai kondisi di lapangan. Polisi mengira para pelaku perampokan sedang berupaya melarikan diri menggunakan kendaraan milik korban.

“Dalam kekacauan yang terjadi setelahnya, petugas yang terlibat keliru menilai bahwa para tersangka sedang berusaha melarikan diri menggunakan kendaraan korban dan kemudian melepaskan tembakan,” kata Departemen Pengendalian Kejahatan Kepolisian Punjab, dikutip dari CNA, Selasa (16/6/2026).

Akibat keputusan yang dinilai keliru tersebut, seorang anak perempuan bernama Hania meninggal dunia. Polisi menyebut korban berusia 10 tahun.

“Keputusan yang keliru ini mengakibatkan kematian tragis Hania yang berusia 10 tahun serta menyebabkan ayah dan saudara laki-lakinya mengalami luka-luka,” lanjut pernyataan tersebut.

Pihak kepolisian mengatakan ayah korban telah mengajukan laporan pidana terkait insiden tersebut. Polisi juga telah menangkap petugas yang melepaskan tembakan dan membawanya ke pengadilan sebelum akhirnya ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Media Australia melaporkan keluarga korban berasal dari Kota Perth dan sedang mengunjungi kerabat mereka di Pakistan saat insiden itu terjadi.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pemerintahnya mengharapkan proses penyelidikan yang terbuka dan transparan atas kasus tersebut. Albanese menyebut korban berusia sembilan tahun.

Pemerintah Australia mengharapkan adanya transparansi dan penyelidikan yang layak terhadap keadaan yang terjadi dalam kasus ini.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang anak perempuan, tetapi juga menyebabkan anggota keluarga lainnya terluka.

“Pemahaman saya, bukan hanya seorang anak perempuan yang kehilangan nyawanya, tetapi ada anggota keluarga lainnya yang juga terluka dalam keadaan yang memang sangat memprihatinkan,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Australia menyatakan tengah memberikan bantuan kepada keluarga korban yang merupakan warga negara Australia. Selain korban yang meninggal dunia, dua anggota keluarganya juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Punjab menegaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dan independen untuk memastikan keadilan ditegakkan.

“Kami melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak untuk memastikan keadilan ditegakkan,” kata Kepolisian Punjab.

Polisi juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Mereka menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan pelanggaran terhadap prosedur.

“Kami sangat berduka atas tragedi ini. Meskipun personel kami bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi, tidak ada pembenaran untuk menyimpang dari protokol yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

(fab/fab)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

BNPB Respons Putusan MK soal Indikator Status Bencana Nasional

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNPB Respons...

Nonton Bareng Teater di TIM, Rano Kenang Momen Tampil di Panggung Saat Remaja

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nonton Bareng...

Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku Selama 25 Tahun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kesepakatan Minyak...

Bakal Ada Negara Baru Dekat RI, Mau Merdeka pada 2030 – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bakal Ada...

Biaya Bikin PT Sudah Resmi Naik! Ini Daftar Tarif Barunya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Biaya Bikin...

Topik Terbaru

BNPB Respons Putusan MK soal Indikator Status Bencana Nasional

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNPB Respons...

Nonton Bareng Teater di TIM, Rano Kenang Momen Tampil di Panggung Saat Remaja

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nonton Bareng...

Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku Selama 25 Tahun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kesepakatan Minyak...

Bakal Ada Negara Baru Dekat RI, Mau Merdeka pada 2030 – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bakal Ada...

Biaya Bikin PT Sudah Resmi Naik! Ini Daftar Tarif Barunya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Biaya Bikin...

Memahami AHWA, Mekanisme Baru Pilih Ketum PBNU di Muktamar Jombang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Memahami AHWA,...

Menko Yusril Imbau Publik Tetap Tenang Usai Ricuh Pascaaksi 27 Agustus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menko Yusril...

Yuk, Bawa Pulang TV & Kulkas Diskonan dari Transmart Full Day Sale

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Yuk, Bawa...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories