Siap-siap ditagih 3.000 ‘Debt Collector’ Siap Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan ke Anda

Publikpos.com – Meskipun penolakan datang dari sejumlah pihak, pemerintah akan terus meningkatkan tingkat kontribusi peserta di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Ini dilakukan, untuk mengatasi defisit yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun.

Bahkan, mereka juga berencana melakukan penagihan langsung atau door to door. Peserta yang nakal akan diingatkan melalui pesan teks atau pengumpulan-tele.

Namun, bagi mereka yang dibayar lebih dari empat bulan, metode pintu ke pintu akan dilakukan oleh kader Asuransi Kesehatan Nasional.

Terkait dengan jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang masih menunggak pembayaran premi, BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan bahkan penagihan langsung ke 15 juta peserta.

Penagihan dilakukan melalui relawan yang menjadi kader Asuransi Kesehatan Nasional (JKN). Hingga Juni 2019, jumlah kader sukarelawan mencapai 3.288 orang.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (24/9/2019) Kepala Humas Kesehatan BPJS Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, sistem kerja sukarelawan dilakukan dengan menggunakan tele-collect, memanggil SMS ke peserta yang menunggak. Cara kerjanya bisa dibilang mirip dengan penagih utang atau penagih utang.

Meski kader JKN melakukan penagihan seperti ‘penagih utang’, Iqbal menjelaskan bahwa relawan ini tidak diperbolehkan meminta uang secara langsung. Namun, peserta akan diarahkan ke titik pembayaran resmi.

“Skema penagihan tidak dibayarkan langsung kepada sukarelawan. Tetapi dapat pergi ke konter BPJS atau diminta ke mitra BPJS Kesehatan seperti mini market dan ATM yang ditunjuk,” kata Iqbal.

Fungsi lain dari kader JKN adalah:

  1. Pengingat dan Pengumpul Biaya
  2. Sosialisasi dan edukasi terkait program JKN-KIS
  3. Pendaftaran peserta JKN-KIS
  4. Penyediaan informasi dan menerima pengaduan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here