Puluhan Bangkai Babi Berserakan di Pantai Tagaule Sumatera Utara

HarianPasundan.com – Lusinan bangkai babi yang dibuang oleh warga dari hulu Sungai Mola memenuhi atraksi Pantai Tagaule di Desa Tagaule, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

“Bangkai daging babi yang memenuhi objek wisata Pantai Tagaule, Distrik Bawalato, sekarang menjadi penghuni yang sangat mengganggu karena menyebarkan bau yang tidak enak,” kata Onlyhu Ndraha, salah satu warga Desa Tagaule, Sabtu (2/5).

Dia menginformasikan, keberadaan bangkai babi di Pantai Tagaule sudah terjadi sejak Jumat (1/5) dan sangat mengganggu penghuni.

“Beberapa warga Desa Tagaule adalah Muslim, jadi dengan sejumlah besar bangkai babi di Pantai Tagaule mereka sangat terganggu, apalagi puasa,” katanya.

Dari Onlyhu, diketahui bahwa lusinan babi mati ini dapat terdampar di Pantai Tagaule karena banjir dari hulu Sungai Mola.

Dia bahkan mengatakan kepada saya bahwa dua minggu yang lalu pemerintah setempat telah memberikan imbauan agar warga yang tinggal di hulu Sungai Mola tidak membuang bangkai babi mereka di Sungai Mola.

“Pemerintah telah mengimbau dan melarang penduduk yang tinggal di hulu Sungai Mola untuk mengeluarkan bangkai babi di sungai, tetapi mereka diabaikan,” katanya.

Onlyhu meminta pemerintah kabupaten Nias untuk bertindak tegas dengan warga yang terus membuang bangkai babi di sungai.

“Kami berharap bahwa Pemerintah Kabupaten Nias akan bertindak cepat untuk mencegah pemberian vaksin kepada babi milik penduduk sehingga mereka tidak akan mati akibat wabah,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here