Preman Berkedok Ormas akan Dibasmi

Publikpos.com – Polisi Metro Bekasi memastikan bahwa mereka akan menindak para penjahat. Polisi sedang berpatroli mencari preman yang meresahkan warga.

“Hari ini kami beroperasi di jalan-jalan. Jika ada pemerasan di jalan seperti pungutan liar, kami sedang beroperasi sekarang,” kata Kepala Unit Investigasi Kriminal (Kasat Reskrim) Komisaris Polisi Metro Bekasi Komisaris Kompol Arman ketika dihubungi di Jakarta, Selasa, 5 November 2019.

Menurutnya, Korps Bhayangkara tidak akan mentolerir siapa pun yang mengintimidasi publik dengan kedok apa pun. Semua orang, katanya, sama di depan hukum.

Polisi, lanjutnya, tidak segan-segan mengambil tindakan terhadap ormas-ormas (ormas) jika terbukti melakukan tindak premanisme. Mereka tidak boleh bertindak seperti yang mereka inginkan untuk keuntungan pribadi.

“Baik itu organisasi massa yang tidak bermoral, surat penugasan, atau apa. Jadi upaya kita, tentu saja, jika ada tindak kriminal yang muncul seperti pemerasan atau ancaman kekerasan, kita pasti akan bertindak,” kata Arman.

Sebelumnya, sebuah video beredar berisi sekelompok organisasi massa yang ‘memaksa’ miniswalayan untuk bekerja sama dalam manajemen parkir. Dalam video itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bekasi Aan Suhanda meminta minimarket untuk mengizinkan organisasi massa mengumpulkan biaya parkir.

Polda Metro Jaya (PMJ) akan melakukan intervensi untuk menyelidiki klaim parkir sepihak oleh organisasi massa di Bekasi. Polisi tidak ragu-ragu menindak premanisme yang menghantui masyarakat.

“Kami, dari jajaran PMJ, akan mengerahkan tim khusus untuk mengeksplorasi kejadian di Bekasi Kota,” kata Direktur Jenderal Kriminal Kepolisian Metropolitan Jakarta, Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, Senin, 4 November, 2019.

Menurutnya, investigasi difokuskan pada ada tidaknya tindakan melawan hukum, baik secara verbal maupun nonverbal. “Ada tindakan premanisme dalam bentuk apa pun, kami tidak akan mentolerir,” katanya. [mcm]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here