Prabowo Siap Gabung Ke Jokowi Jika Diberi Jabatan Menteri Pertahanan

6 views

Publikpos.com – Tiga kursi menteri telah disiapkan oleh Jokowi untuk Gerindra. Prabowo Subianto diberi penghargaan dengan posisi Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) dari saingannya dalam Pemilihan Presiden 2019. Selanjutnya, dua menteri atau pejabat tingkat menteri di kabinet.

Gerindra mengatakan, Jokowi awalnya menawarkan menteri pertanian dan kepala badan koordinasi investasi atau BKPM. Ketua oposisi untuk menjaga stabilitas politik kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf selama lima tahun ke depan.

Jokowi menilai ini sesuai dengan apa yang sering difokuskan oleh Gerindra dan Prabowo. Di antaranya adalah kedaulatan pangan dan ekonomi rakyat. Edhy Prabowo menjadi orang yang disebut paling layak didorong menjadi Menteri Pertanian. Bahkan, saat bercanda, sudah ada pembicaraan ‘Sertijab’ antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Edhy Prabowo.

Namun Gerindra, merasa tidak tertarik dengan tawaran itu. Selain itu, posisi Wantimpres dikatakan bukan posisi strategis untuk Prabowo.

“Tugas Konferensi Kepresidenan hanya untuk memberi nasihat kepada presiden. Belum tentu saran tersebut diterima oleh presiden,” kata sumber itu, yang juga dekat dengan Prabowo.

Gerindra lebih tertarik pada posisi Menteri Pertahanan dalam kabinet. Bukan tanpa alasan, Prabowo juga memiliki perhatian besar di sektor pertahanan. Dalam beberapa debat Calon Presiden, misalnya, Prabowo menyoroti masalah pertahanan. Mulai dari pasokan amunisi, hingga pertahanan nasional yang lemah.

Demi Bintang Empat Di Pundak

Ada satu harapan lagi. Sumber ini mengatakan bahwa penunjukan Prabowo sebagai menteri pertahanan juga diikuti dengan gelar kehormatan umum untuk mantan Pangkostrad. Jadi Letnan Jenderal Pensiunan tidak lagi, tetapi Jenderal Kehormatan. Dengan empat bintang.

Soal kehormatan umum bukan hal baru, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menerima bintang kehormatan empat bintang ketika ia menjadi menteri.

Pada tahun 2004, selama era Megawati Soekarnoputri, pemerintah memberikan jenderal kehormatan bintang empat kepada Menkopolkam Hari Sabarno dan Kepala BIN AM Hendropriyono. Di era Gus Dur, Agum Gumelar juga menerima gelar umum kehormatan. Dulu ada kebiasaan memberikan jenderal penuh kepada pensiunan perwira yang ditunjuk sebagai menteri. Ini tidak dilakukan lagi di era SBY.

“Pak Prabowo telah menyetujui menteri pertahanan itu,” kata pejabat Gerindra.

Anggota Dewan Pembina Gerindra Habiburokhman menghindari masalah perundingan untuk posisi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Dia mengaku belum mendengar jika Prabowo menginginkan jabatan Menteri Pertahanan.

Dia juga menolak untuk berbicara tentang posisi yang diminta oleh Gerindra di kabinet. Karena menurutnya, antara Gerindra dan Jokowi mereka belum berbicara, berapa banyak atau siapa.

“Sejauh yang saya tahu tidak ada (ketua Menteri Pertahanan), tidak ada pernyataan seperti itu,” kata Habiburokhman.

Internal Bergolak

Sementara itu, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, partai berlambang kepala Garuda Bird tidak dalam posisi untuk meminta apa pun di kabinet Jokowi mendatang.

“Kami tidak meminta posisi. Apakah di luar atau di dalam, selama itu untuk kepentingan rakyat, saya pikir Gerindra siap di mana saja,” kata Fadli pekan lalu.

Internal Gerindra terbagi atas opsi untuk bergabung dengan kabinet. Beberapa setuju, beberapa tidak. Beberapa politisi menyebut kerugian jika Gerindra bergabung. Salah satu taruhannya adalah investasi besar dalam Pemilihan Presiden 2019.

Ketika Anda bergabung dengan Jokowi, Gerindra dapat kehilangan dukungan dari pendukung yang benar-benar tidak menyukai Jokowi dan PDIP. “Sejauh ini kami sekuat oposisi,” kata seorang politisi.

Golkar Sudah Dengar

Partai Golkar membenarkan ada beberapa tawaran menteri untuk partai oposisi. Selain demi merangkul, Jokowi juga ingin memastikan smooth landing di akhir kepemimpinannya 2024 mendatang.

Dia mendengar informasi bahwa Gerindra meminta jatah Menhan. Meskipun, sumber ini tak bisa menjamin, bahwa permintaan Gerindra akan diamini oleh Jokowi.

“Gerindra diajak bergabung ke koalisi dengan harapan menjadi jembatan untuk merangkul suara pemilih Islam. Gerindra dianggap lebih mendapat dukungan dari kelompok ini, daripada Partai Keadilan Sejahtera,” kata sumber itu.

Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengaku tak tahu soal tawar menawar kursi menteri itu. Terlebih dengan syarat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan. Soal jatah untuk Gerindra, Andreas menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi sebagai pemegang mandat penuh menyusun jajaran kabinet untuk lima tahun ke depan.

“Kursi kabinet itu hak prerogatif presiden. Kita berikan ruang untuk Jokowi memikirkan yang terbaik untuk pemerintahan lima tahun ke depan,” jelas Andreas [mdk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here