Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatera di Aceh Utara

Publikpos.com – Polisi berhasil mengungkap perdagangan kulit Harimau Sumatera di Aceh Utara. Lima orang pelaku diamankan.

“Kita berhasil menangkap lima pelaku perdagangan satwa dilindungi yaitu Harimau Sumatera. Mereka kita tangkap di sebuah wisma di Kecamatan Lhoksukon,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Adhitya Pratama kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Adhitya menjelaskan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada transaksi perdagangan satwa dilindungi di kawasan Lhoksukon. Petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian hingga mendeteksi beberapa pria dengan membawa sebuah tas yang dicurigai sebagai pelaku.

“Petugas pun menangkap mereka yakni AM, MU dan HU. Sementara UD berhasil kabur. Saat petugas membuka tas yang mereka bawa di temukan 1 kulit harimau, 4 gigi taring, 1 tengkorak, 1 karung tulang harimau dan lima kumis,” sebut Adhitya.

Usai menangkap ketiganya, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni AB dan IS di Lhoksukon.

“Setelah kita kembangkan berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Peran mereka berbeda-beda. Pelaku AM merupakan pemilik barang tersebut sementara lainnya berperan sebagai perantara. AM mengaku barang tersebut hendak dijual ke Medan Sumatera Utara seharga Rp 70 juta,” sebut Adhitya.

Adhitya menuturkan dari keterangan AM, dia mengaku baru pertama kali melakukan perbuatannya. Dia awalnya yang menjerat Harimau, kemudian mencari orang untuk dijual melalui pelaku lainnya sebagai perantara yakni MU, HU, AB dan IS.

Sementara tersangka AM, mengaku awalnya dia membuat jeratan itu untuk menangkap rusa. Namun, yang tertangkap adalah Harimau. Saat dirinya melihat, kondisi Harimau itu sudah mati.

“Saya awalnya membuat jeratan untuk menangkap rusa tapi malah yang terkena Harimau. Saya dapat info kalau harganya mahal. Kemudian saya cari pembelinya dan dapat di Medan dengan harga Rp 70 juta,” sebut AM kepada wartawan.

Akibat perbuatannya mereka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf b atau huruf d UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara.

sumber detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here