Perusahaan Penyalur TKI Ilegal Dibongkar, Dirut dan Karyawan jadi Tersangka

Publikpos.com – Perusahaan jasa penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal kembali dibongkar polisi. Total 5 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mulai dari direktur utama PT AIM hingga karyawan.

“Lima tersangka yaitu AS, SSI (Dirut PT AIM), MI, HE, MA. Kelimannya ada yang menjadi sponsor, dana, perekrut, pengurus administrasi, dan pengantaran dan penjemputan,” kata Wadir Tipidum Kombes Agus Nugroho di Mabes Polri, Rabu (9/10).

Agus mengatakan, perusahaan AIM sudah berdiri sejak 2006. Hingga kini telah memberangkatkan pekerja migran sebanyak 14.400 orang ke negara Timur Tengah.

Padahal, pada tahun 2015 pemerintah telah menerbitkan kebijakan moratorium tentang penempatan pekerja migran sektor informal ke seluruh negara Timur Tengah.

Peraturan Menteri Nomor 260/2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia untuk Pengguna Perseorangan. Namun, perusahaan itu masih terus beroperasi dengan mengirim ke abu dhabi dan Arab Saudi.

“Ada yang melalui Yaman, Bahrain dan negara bagian di sebelah tengah, tetapi sasarannya rata-rata ke Abu Dhabi, Arab Saudi,” ucap dia.

Agus mengatakan, menjanjikan menjanjikan pekerjaan dengan gaji 1,200 nyata atau Rp 4,5 juta. Namun, pada saat menerima ada yang tidak menerima dengan jumlah tersebut.

“Karena mewakili TKI yang bisa mendapatkan haknya, ada beberapa yang melaporkan baik melalui kedutaan atau ke kami secara langsung sehingga kami bisa mengungkapkan perkara ini,” ucap dia.

Para pelaku jerat dengan Undang-Undang 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan orang.

“Yang dalam pasal 4 jelas menjelaskan pengadilan minimal 3 tahun,” ujar dia. [mdk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here