Pada Januari 2020, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar di Pasaran

1 views

Publikpos.com – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan bahwa pihaknya akan melarang sirkulasi minyak goreng curah eceran di pasar mulai 1 Januari 2020. Mengingat, larangan ini telah direncanakan sejak 2015.

“Kami sepakat pada 1 Januari 2020, semua produsen diharuskan menjual atau memproduksi minyak goreng kemasan dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah dan tidak lagi memasok minyak goreng curah,” kata Enggar di Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10).

Dia menjelaskan, minyak goreng ritel tidak memiliki asuransi kesehatan sama sekali sehingga membahayakan kesehatan masyarakat. Namun, dia tidak menjelaskan secara lebih rinci tentang sanksi bagi mereka yang masih melanggar.

“Menurut pendapat kami, dalam hal kesehatan, berbahaya bagi masyarakat, yang pertama, bahkan mengambil dari selokan dan sebagainya,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mendukung penuh program ini dan mengatakan kebijakan ini dapat menjangkau pasar, alasannya sama, yaitu kesehatan. Pasar ritel juga dijelaskan telah menerapkan HET.

“Kami berharap minyak kemasan ini tidak hanya di ritel modern tetapi di pasar, sehingga orang mendapatkan minyak yang sehat dan alami,” jelas Roy.

Sebelumnya, Enggar menjelaskan, sejauh ini total produksi minyak goreng dalam kemasan sederhana dengan harga Rp11.000 per liter hanya 20 persen. Sementara sisanya, masih diisi minyak goreng curah seharga Rp10.500 per liter.

“Kami masih menoleransi minyak goreng curah karena di desa-desa dan desa-desa itu tidak terjangkau bagi mereka yang memiliki kemasan sederhana. Ditambah lagi, pengolahan minyak goreng limbah yang tidak sehat menciptakan begitu banyak pekerjaan. Sehingga dengan mesin ini kami dapat berhenti (produksi minyak curah) dan menciptakan yang lebih sehat karena tidak higienis, “tambahnya.

Dengan demikian, dengan mesin ini, diharapkan bahwa minyak curah tidak akan lagi dijual di pasar Indonesia pada tahun 2019. Menurutnya, rencana ini telah diimplementasikan untuk waktu yang lama, tetapi telah mengundurkan diri karena para pengusaha belum siap. [mdk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here