Munarman Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Ninoy Karundeng

Publikpos.com – Sekretaris Jenderal FPI Munarman memenuhi panggilan dari Direktur Investigasi Kriminal Daerah Polda Metro Jaya. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus penculikan dan penyiksaan sukarelawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Memantau di lokasi, Munarman, mengenakan baju hijau, tiba di Gedung Resmob Ditm Reskobum Kepolisian Metro sekitar pukul 11.20 Waktu Indonesia Barat. Ketika dia tiba, dia tidak memberikan pernyataan kepada awak jurnalis terkait dengan pemeriksaannya hari ini.

Namun, kuasa hukum yang menemaninya, Samsul Bahri hanya memberikan pernyataan, jika kliennya akan memberikan klarifikasi terkait pernyataan salah satu tersangka tentang penganiayaan Ninoy.

“Prinsipnya kami hanya datang ke sini untuk memberikan klarifikasi, ada panggilan yang menyatakan bahwa salah satu tersangka sedang berkomunikasi dengan Pak Haji Munarman,” katanya, di Jakarta, Rabu (9/10).

Diketahui, polisi telah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Kesebelas orang yang disebut sebagai tersangka diketahui memiliki inisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Polisi mengungkapkan peran mereka. “Tersangka pertama adalah AA, lalu ARS, YY. Ini (mereka) adalah perannya dalam menyebarkan video dan kemudian juga membuat konten terkait dengan pidato kebencian di kelompok WA di sana,” kata Kepala Humas Metro Jaya Komisaris Komisaris Argo Yuwono di Kantor Polisi Daerah Metro Jakarta, Senin (7/10).

Selanjutnya, kata Argo, ada tersangka RF dan Baros. Keduanya bertindak untuk menyalin atau mengambil data berbeda di laptop korban.

“Dia juga mengintervensi korban, dia juga menghapus semua data di ponsel,” kata Argo.

Selanjutnya, lanjut Argo, ada juga tersangka dengan inisial Insinyur S. Insinyur S, kata Argo, adalah seorang sekretaris masjid. Perannya menyalin data di laptop korban. Selain itu, Engineer S berkoordinasi dengan Munarman.

“Dia juga menerima perintah untuk menghapus CCTV dan kemudian juga tidak menyerahkan semua data ke polisi,” kata Argo.[mdk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here