Mertua di Gresik Bacok Menantu hingga Tewas Karena Sakau Kehabisan Obat Penenang

Publikpos.com – Diduga karena kehabisan obat penenang, Suwoto (56), warga Desa Madumulyorejo, Kabupaten Shaman, Gresik, mengamuk membunuh menantu lelakinya dan meretas istrinya hingga terluka parah.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (6/10). Pada awalnya, Suwoto, dikenal setelah bangun tidur. Saat itu, diperkirakan obat penenang yang biasa dikonsumsi sudah habis.

Entah bagaimana, dia mengambil sabit yang disimpan di rumah. Tanpa banyak bicara, Suwoto segera memangkas menantunya, Erna (47). Saat itu korban ditemukan sedang berganti pakaian di kamar.

Akibat sabit sabit, korban menderita luka di sisi kanan leher. Sementara suaminya Syaiful Arif (35), yang sedang menunggu di depan rumah langsung masuk dan mendapati istrinya berlumuran darah.

Selanjutnya, Arif membawa istrinya keluar rumah untuk dibawa ke rumah sakit. Saat itu Kamsinga, istri pelaku, bertanya tentang kejadian itu. Namun, pelaku keluar dan menebas punggung istrinya.

Puluhan warga datang ke lokasi untuk memberikan bantuan. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Sejumlah petugas mendatangi lokasi. Pelaku bisa bertarung sambil membawa sabit.

“Karena itu mengancam keselamatan para pelaku, itu harus dilumpuhkan,” kata Kepala Polisi Intel Kanit, Aiptu Shaman Darmanto, Minggu (6/10).

Dia menambahkan, para pelaku dibawa ke Pusat Kesehatan Mentaras, Distrik Dukun, untuk menjalani perawatan luka tembak. Sementara nyawa Ernawati tidak bisa diselamatkan lagi.

“Istri dari pelaku yang terluka parah dibawa ke Rumah Sakit Regional Ibnu Sina untuk perawatan medis,” tambahnya.

Dari informasi keluarga, para pelaku telah menderita gangguan mental sejak lama, sekitar 20 tahun. Dia bahkan telah dirawat di Rumah Sakit Umum Menur, Surabaya. Nantinya, pelaku tidak lepas dari obat penenang. Alasannya, jika kekambuhan berbahaya bagi penghuni.

“Setiap hari warga terbiasa mendengar teriakan pelaku. Awalnya dianggap hanya biasa, ternyata menebas menantu perempuan dan istrinya,” kata Rozak, tetangga korban di Puskesmas.

Kepala Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan bahwa para anggota telah mengamankan para pelaku. Memang pernyataan pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan. “Korban Erna menderita luka robek sekitar 15 sentimeter,” katanya.

Dalam proses penangkapan mereka dipaksa untuk menembak karena mereka mengancam keselamatan warga. “Para pelaku dirawat di Pusat Kesehatan Mentaras dengan anggota dijaga,” tambahnya.

Pada saat ini korban Erna akan menjalani otopsi. Sedangkan pelaku sementara akan diperiksa secara psikologis. [mdk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here