Mantan Imam Katolik Roma Dihukum 30 Tahun Penjara karena Pelecehan Seksual

Publicnews.co.id – Seorang mantan imam Katolik Roma dijatuhi hukuman 30 tahun penjara pada hari Jumat (13/9) karena melakukan pelecehan seksual kepada seorang anak lelaki putra altar di New Mexico pada 1990-an.

Sebelumnya, imam tersebut melarikan diri ke Maroko dan akhirnya kembali ke Amerika Serikat.

Jaksa Agung AS, John Anderson mengatakan, hakim Distrik A. Martha Vazquez menjatuhkan hukuman di pengadilan federal Albuquerque atas Arthur Perrault (81), seorang mantan pendeta dan merupakan kolonel Angkatan Udara, dilansir laman Reuters (14/9).

“Ada beberapa tindakan yang lebih mengerikan dari pada pelecehan seksual jangka panjang seorang anak,” kata Anderson.

“Akhirnya, hukuman hari ini membuat Perrault bertanggung jawab atas kelakuannya yang menyedihkan.”

Pengacara Perrault pada persidangan tersebut tidak langsung memberi tanggapan.

Jaksa penuntut menuturkan, Perrault dihukum oleh juri federal pada April lalu atas enam tuduhan pelecehan seksual yang semakin memburuk, satu tuduhan kontak seksual yang kejam dengan seorang minor pada 1991 dan 1992 di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland di Albuquerque, dan di Pemakaman Nasional Santa Fe.

Korban yang sekarang sudah menginjak dewasa bersaksi, Perrault berteman dengannya saat dia berusia 9 tahun. Perrault sering memberikannya hadiah dan mengajaknya melakukan perjalanan sebelum melakukan kekerasan seksual terhadapnya.

Meskipun Perrault dihukum karena kasus terhadap satu korban, namun jaksa penuntut mengajukan ke pengadilan bahwa kasus Perrault adalah penganiayaan anak serial yang dia lakukan kepada banyak anak muda selama lebih dari 30 tahun sebagai seorang imam di New Mexico dan Rhode Island.

Pada persidangan, tujuh korban lainnya bersaksi bahwa Perrault, yang ditasbihkan pada 1964, menganiaya mereka selama tahun 1960-an, 1970-an, dan 1980-an.

Gereja Katolik Roma telah diguncang kasus pelecehan seksual sejak 1992, ketika surat kabar Boston Globe mengungkap ke masyarakat dimana selama satu dekade telah ditutup-tutupi oleh hierarki gereja tentang pelanggaran seksual oleh para pendetanya.

Gereja Katolik AS telah membayar lebih dari USD 3 miliar untuk menyelesaikan kasus penyalahgunaan agama, menurut BishopAccountability.org yang melacak masalah ini.

Di bawah hukum federal, seorang terdakwa harus menjalani setidaknya 85% dari hukumannya, yang berarti memungkinkan Perrault akan meninggal di dalam penjara.

Perrault meninggalkan Amerika pada tahun 1992 ketika kasusnya mencuat ke publik, dan dia tinggal di Maroko, dimana saat itu dia ditangkap tahun 2017 disana atas dakwaan tuduhan seks, dan diekstradisi ke New Mexico, kata jasa penuntut.

Perrault bertugas di Korps Chaplain Cadangan Angkatan Udara dan statusnya masih aktif-tugas untuk sementara waktu, menurut Linda Card, juru bicara Kantor Investigasi Khusus Angakatan Udara.

sumber merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here