Klarifikasi Kementan Soal Anggaran Pengadaan Ayam Rp 770.000 per Ekor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, mengklarifikasi anggaran pengadaan ayam sebesar Rp 770.000 per ekor. Dia menjelaskan, sejalan dengan penghematan anggaran di Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal PKH juga melakukan penghematan sebesar Rp 802 miliar, dari pagu awal Rp 2,02 triliun menjadi Rp 1,21 triliun.

“Dalam perencanaan Direktorat Jenderal PKH untuk Tahun Anggaran 2020 selalu mengacu pada tanda-tanda penghematan, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Pemotongan anggaran meliputi: biaya perjalanan dinas, rapat dan pengeluaran barang lainnya secara proporsional untuk mendukung kegiatan prioritas dan penanganan Covid -19 termasuk untuk memfasilitasi bantuan sapi, kambing, domba, ayam dan babi kepada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia, “kata Ketut melalui keterangan resminya, Minggu (3/5).

Ia mengatakan, terkait dengan anggaran ayam lokal sebesar 35.000 ekor senilai Rp. 26,96 miliar disajikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV Parlemen Indonesia, bahwa penentuan harga tidak otomatis Rp. 26,96 miliar dibagi 35.000 ekor atau Rp. 770.000 per ekor. Namun, anggaran terdiri dari beberapa komponen kegiatan lain yang termasuk dalam penganggaran.

Sementara itu, kegiatan ini meliputi; Pengadaan 35.000 ayam lokal senilai Rp2,02 Miliar, hibah produksi ayam dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada 2020 senilai Rp3,96 Miliar, dan Penyelesaian sisa 2019 Kontrak Kerja Program Kerja senilai Rp20,98 Miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara .

Ketut kemudian menjelaskan secara rinci alokasi penggunaan anggaran, termasuk;

I. Bantuan ayam lokal sebesar 35.000 ekor ayam dengan nilai Rp2,02 Miliar untuk Peternak atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang disalurkan ke 22 kabupaten (11 provinsi). Dengan komponen pengadaan, sebagai berikut:

Sebuah. UPTD dialokasikan di empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, dan Gorontalo dengan harga satuan Rp. 55.525 dengan perincian:
1) Ayam lokal berumur empat minggu dan biaya distribusi adalah Rp30.000
2) 2,5 kg pakan, dengan Rp 7.000 per kilogram atau Rp 17.500 untuk 2 bulan,
3) Obat-obatan seharga Rp1.500
4) Bantuan untuk biaya perbaikan pena adalah Rp 2.500, dan
5) Operasi untuk bantuan teknis dan bimbingan senilai Rp 4.025

b. Untuk kelompok tani dialokasikan di tujuh provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat dengan harga satuan Rp. 58.538 dan rincian penggunaan adalah sebagai berikut:
1) Ayam lokal berumur empat minggu dan biaya distribusi Rp30.000
2) pakan 2,5 kg dengan harga Rp 7.000 per kilogram atau Rp 17.500 untuk 2 bulan,
3) Obat-obatan Rp. 1.500
4) Bantuan dalam pembuatan keramba Rp.4.400
5) Operasi untuk CPCL, bantuan teknis dan bimbingan sebesar Rp. 5,138

II Hibah DOC Ayam (Sembawa dan Kampit Unggultan / KUB) diproduksi oleh UPT. BPTU-HPT Sembawa untuk kelompok ternak senilai Rp 3,96 miliar dengan harga satuan rata-rata Rp 36.538 dan rincian penggunaannya adalah sebagai berikut:

Sebuah. 4,27 kg pakan dengan rincian Rp 7.000 per kilogram atau Rp 29.900 selama 3 bulan,
b. Obat-obatan Rp. 1.500, dan
c. Operasi untuk CPCL, bantuan teknis dan bimbingan sebesar Rp. 5,138.

Penyelesaian sisa kontrak kerja untuk kegiatan Kerja pada tahun fiskal 2019 sebesar Rp20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Anggaran diimplementasikan oleh BBVet. Denpasar akan didistribusikan ke Provinsi Gorontalo dan Denpasar BPTU-HPT ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here