Cegah Kerusuhan Papua Terulang, Komnas HAM Minta Masyarakat Tak Mudah Termakan Hoaks

Publikpos.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengutuk keras kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua hingga jatuh korban jiwa. Menurut Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, kejadian ini dikarenakan adanya berita bohong alias hoaks.

“Komnas HAM selain mengutuk keras, kita juga belasungkawa atas kejadian peristiwa di Wamena yang dimulai dari satu berita hoaks dan dengan gampangnya menyulut kerusuhan di berbagai tempat yang timbulkan korban jiwa, harta benda, kantor pemerintah, pusat perdagangan dan timbulkan pengungsi,” katanya di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuhari, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

“Akibat ada satu berita hoaks menyangkut guru dengan murid, terjadi kekerasan dan kerusuhan yang timbulkan banyak korban manusia dan benda, serta ribuan warga mengungsi dan eksodus,” sambungnya.

Komnas HAM mengajak seluruh pemerintah daerah dan pusat menyelidiki kasus berita hoaks ini hingga tuntas. Sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kami dorong semua pihak lokal dan nasional untuk menghindari penyampaian hoaks dan info simpang siur karena akan semakin memperkeruh situasi. Ada sosmed yang bilang ini genosida, jangan seperti itu dulu dan tahan diri untuk sebarkan berita dan analisis yang tidak mendasar,” bebernya.

Sementara itu Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Mohammad Chairul Anam, menambahkan pihaknya meminta seluruh pihak dan masyarakat agar tak mudah percaya dengan segala macam kabar tersebar di media sosial utamanya terkait kondisi Papua.

“Kita minta pihak-pihak jeli tidak gampang percaya foto dan video yang belum tentu benar sehingga tidak menambah kericuhan dan ketidakjelasan apa yang terjadi,” kata Anam.

sumber merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here