Catherine Mulyadi: Coba Peruntungan Bisnis Eyelash Extension

Publicnews.co.id – Tren wanita muda berbisnis, akhir-akhir ini seperti punya cerita tersendiri dan ramai jadi perbincangan khalayak. Ada banyak yang sukses, tapi tak sedikit pula yang berguguran. 

Selain itu, mereka berasal dari latar belakang ekonomi yang beragam, ada yang kebetulan tak sulit untuk mencari modal usaha pertama karena ada dukungan finansial keluar, tapi tak jarang pula yang memulaikan dengan modal ketekunan yang membuat beberapa diantaranya meraih sukses.

Skala usaha yang ditangani perempuan-perempuan muda ini, secara bertahap mulai meningkat. Mulai dari jutaan, puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran. Nah, salah satunya Catherine Mulyadi, pendiri bisnis kecantikan yang kini omzet per bulannya sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Kepada CNBC Indonesia, wanita cantik berusia 25 tahun itu bercerita mengenai bisnisnya di bidang kecantikan. Catherine memilih bisnis eyelash extension yang dirintis bersama teman-temannya. Awal memulai bisnis diakui Catherine karena menemukan passion lebih ke bidang kecantikan.

Sebelumnya, ia sempat menekuni bisnis di bidang olahraga selama dua tahun dengan sistem franchise tapi tak berlanjut karena kurang nyaman. Kemudian ia berpikir untuk bisnis kecantikan dan mencoba membangunnya bersama tiga rekannya.

“Ini aku bangun bersama tiga rekanku yang awalnya sama sekali nggak kenal terus akhirnya bareng-bareng bikin bisnis ini. Awal berbisnis sih aku dari usia 22 tahun, aku sengaja cari partner karena tidak ingin meminta modal sama orangtua,” ujar Catherine saat berbincang dengan CNBC Indonesia beberapa hari lalu di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wanita lulusan Magister Management dari Universitas Indonesia, mengatakan modal berbisnis dikumpulkan dari pekerjaan sampingan sejak SMA hingga kuliah dengan menjadi event organiser. Kemudian ia memutuskan melakukan kerja sama supaya modal cukup untuk mendirikan salon kecantikan eyelash extension dengan nama Love Beau.

Modal pertama membuat salon menurut Catherine, sekitar Rp 600 juta sudah termasuk bangunan, membeli peralatan, serta gaji karyawan. Tak menunggu lama, kurang lebih setahun, ia mengaku sudah balik modal.

Modal yang sudah kembali di reinvestasi ulang, membangun salon baru di sejumlah tempat.

Kini Catherine sudah mempunyai dua cabang di area Dharmawangsa dan Taman Anggrek. Ia bersama tiga rekan bisnisnya berencana untuk membuka satu cabang lagi di Bekasi. Omzet yang diperoleh per bulan sudah lebih dari Rp 100 juta.

Catherine menjelaskan kalau sekarang sudah memiliki 20 karyawan termasuk terapis. Ia bahkan telah mendapatkan lisensi resmi dari produk bulu mata yang diimpor dari Singapura serta Australia. Ketika ditanya mengenai adakah permasalahan impor karena penyuplai produk berasal dari luar negeri, Catherine mengatakan kalau hampir tak pernah ada masalah.

“Bulu mata kan produknya kecil ya jadi nggak masalah kalau beli banyak. Tantangan aku sebenarnya bukan penyuplai produk ya tapi bagaimana kita memperlakukan SDM as a family. Meskipun kita sudah menggaji mereka cukup tapi kita juga harus membuat mereka tetap nyaman dan betah,” kata Catherine.

Di akhir kata, wanita yang juga mengambil pendidikan S-1 jurusan Public Relations di UPH itu menyarankan untuk anak muda yang akan membangun bisnis agar tidak semata-mata mengejar keuntungan tapi juga menekuninya berdasarkan minat. Selain itu, perlu memperhatikan servis serta management agar bisnis bisa bertahan.

“Kita bisnis nggak melulu ngejar profit tapi harus passion juga biar enjoy. Servis yang diberikan juga perlu diperhatikan untuk membangun trust ke klien. Customer sekarang suka hal yang jujur ya jadi gimana kita membangun kepercayaan dengan mereka,” tambahnya.

sumber cnbc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here