Berkenalan Dengan Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia

Publik Pos – Risa Santoso diangkat sebagai rektor Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang. Ia dilantik pada Sabtu (2/11). Perawan kelahiran Surabaya itu memegang posisi pada usia 27 tahun. Prestasi ini menjadikannya rektor termuda di Indonesia. Nama Risa menjadi pembicaraan di dunia maya.

Risa lulus dari University of California, Berkeley jurusan Ekonomi. Sedangkan level Strata-2 ditempuh melalui beasiswa LPDP (Educational Fund Management Institute) di Harvard University. Dua kampus terkenal telah menjadi tempat untuk belajar, khususnya tingkat Master yang berkonsentrasi pada pendidikan yang memberinya bekal untuk mengelola institusi tersier.

“Saya dulu ingin membuat sesuatu sendiri, tetapi bisa dengan cara yang berbeda. Saya dulu melakukannya, saya ingin membuat sesuatu sendiri, memulai perusahaan atau organisasi saya sendiri. Dulu seperti itu pada awalnya,” kata Risa Santoso ketika ditanya tentang cita-citanya oleh wartawan yang bertemu di kantornya.

Sebelum menjadi kanselir, Risa Santoso telah duduk sebagai salah satu staf di Kantor Staf Presiden (KSP). Selama 1,5 tahun bekerja di bawah Deputi untuk Isu Ekonomi Strategis di lembaga yang kemudian dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

“Memasuki awal 2015 masih Pak Luhut. Saat itu ada 5 Deputi. Saya di bawahnya Deputi Bidang Masalah Ekonomi Strategis,” katanya.

Pada saat itu, KSP membutuhkan staf yang ahli dalam bidang ekonomi dan merasa sesuai dengan program sarjana mereka. Setelah lulus dari Harvard S-2, ia mengajukan diri ke Kantor yang saat ini dipimpin oleh Jenderal (Pur) Moeldoko.

Ada peran Luhut Pandjaitan


Risa adalah salah satu dari banyak siswa yang dipanggil untuk melayani negara mereka sendiri. Menurutnya, para alumni di luar negeri pada saat itu tampaknya dipanggil untuk membantu mengembangkan negara.

“Karena Pak Luhut datang ke Amerika, ketika saya di Harvad. Saya memanggil banyak alumni, ‘jangan pergi ke luar negeri tetapi kembali ke Indonesia untuk membantu’. Pada 2015, ada banyak seperti itu, karena banyak alumni akhirnya tinggal di luar negeri “Bagaimana cara kembali ke Indonesia,” katanya.

Pada saat itu, Risa berkenalan dan berbicara dengan salah satu Deputi di KSP yang memberikan informasi dan memintanya untuk mengajukan aplikasi. Akhirnya, Risa menjadi staf di Kantor Presiden untuk periode 2015-2017.

“Istilah itu didorong (untuk kembali ke Indonesia), maka saya melamar. Tidak harus, tetapi intinya didorong,” kata dua saudara perempuan wanita itu.

Dukungan dari Banyak Pihak


Sebelum terpilih dan ditunjuk sebagai kanselir, Risa pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan. Melalui kampus, memprakarsai percepatan kerjasama dengan Swiss dalam mengembangkan startup melalui AETP (Program Pelatihan Kewirausahaan Asia), Asia Hackaton dan program magang di luar negeri.

Kekasih Michael Sugijanto mengatakan dia terkejut dengan tanggapan publik atas penunjukannya sebagai kanselir. Ia berharap menjadi momentum bagi dirinya dan institusi untuk bekerja lebih keras.

“Jadi itu tantangan di masa depan, jadi kita bisa bekerja lebih dari yang kita rencanakan, tapi bekerja lebih banyak, sehingga hasilnya optimal,” katanya.

Risa mengungkapkan, dukungan yang datang kepadanya melampaui apa yang dibayangkan. Keluarga, dosen, dan mahasiswa mendukung posisi baru yang tidak pernah ia impikan.

“Padahal, awalnya masih jadi calon, banyak mahasiswa mengatakan ‘Cuma ibu yang jadi kanselir’. Padahal belum diumumkan,” kata Risa yang mengaku bersaing dengan tiga orang untuk menduduki posisi rektor.

Risa menyadari bahwa waktunya akan semakin sibuk dengan pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai dengan tugas kanselir. Harus dapat membagi waktu dan menggunakannya secara efektif sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan. Butuh kerja sama dan kerja keras.

“Bagaimana waktu di sini membuat waktu lebih efektif, jadi ketika di sini adalah rapat, setelah pertemuan apa yang Anda inginkan, semua orang dapat mengatur waktu, tidak hanya saya tetapi juga orang-orang yang bekerja dengan saya. Semua orang juga memahami hasil yang diharapkan seperti apa , “jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here